Ramadan
ini adalah latihan kita tidak hanya menahan lapar dan haus, itu
merupakan standar keumuman yang lainnya. Apakah Allah SWT hanya
mengawasi yang masuk ke mulut? Tentunya lintasan hati pun akan diawasi
pula. Di bulan mulia ini, saat yang tepat kita lebih sungguh-sungguh
mengawasi gerak-gerik hati kita, termasuk mewaspadai penyakit riya atau
pamer. Penyakit riya/pamer itu seperti semut hitam yang berjalan di atas
batu hitam di dalam gelapnya hutan di kegelapan malam. Apabila tidak
berhati-hati, kita akan melakukan perbuatan riya. Riya termasuk
perbuatan syirik Ashghor (syirik kecil). Adakah orang yang ingin meminum
susu murni, tapi dicampur dengan darah? pasti tidak ada yang mau.
Seperti itulah penyakit hati bernama riya, hal yang dapat mencemari
kemurnian.
Iklan diluar tanggungjawab publisher